Jarak yang begitu dekat, membuat Khusnul dapat melihat cukup jelas sesosok tubuh legam yang tiba-tiba muncul di hadapannya, meski suasana mulai gelap. Tertangkap dalam indera penglihatannya, sekujur tubuh sosok hitam itu dipenuhi sisik. Nampak seperti sisik ikan namum terlihat bertekstur kasar.
Khusnul tak dapat melihat bagian wajah makhluk yang oleh masyarakat lokal disebut sebagai hantu banyu itu, karena tertutup juntaian rambutnya. Meski tertutup rambut, namun ia dapat melihat dengan jelas, dua taring berujung runcing menyembul dari mulut makhluk itu. Ia juga melihat kuku di kedua tangan makhuk itu panjang menyerupai cakar binatang.
Khusnul tak dapat menahan rasa takutnya lebih lama lagi. Ia segera mengambil langkah seribu dengan gayung yang masih melekat di tangan tanpa berani menoleh ke belakang. Handuk, ember, dan perlengkapan mandi yang ia tinggalkan di atas batang.
“Sesampainya di rumah, Khusnul langsung menceritakan kejadian yang baru dialaminya. Kejadiannya terjadi dua hari sebelum hari pernikahan Khusnul,” kata M Fadli, saudara laki-laki Khusnul menceritakan kembali kejadian dialami adiknya beberapa tahun silam.
Keesokan harinya, keluarga Khusnul mendatangi seorang alim di Martapura. Mereka takut hal buruk akan menimpa Khusnul. Wajar, karena Khusnul akan segera disandingkan di atas pelaminan.
Kepada Tuan Guru, Khusnul dan keluarganya menceritakan kejadian menakutkan itu. Menurut Sang Guru, hal-hal ganjil dan terkadang megancam keselamatan memang sering dialami seseorang yang akan melangsungkan perkawinan.
Itulah sebabnya, calon pengantin disarankan untuk tidak beraktifitas di luar rumah menjelang senja. Calon pengintin juga hendaknya tidak melakukan perjalanan, apalagi dalam jarak yang cukup jauh. “Ujar Urang manis dagingan,” kata Fadli.
Tak hanya ditemui hantu banyu. Selang sehari kemudian, tepatnya malam sebelum Khusnul dan calon suaminya disandingkan pada esok harinya, ia mendegar suara tangis bayi dari belakang rumah. namun hanya Khusnul yang mendengarnya. Ia bahkan sempat beberapa kali mencari sumber suara itu k belakang rumah, namun tak ada bayi yang sedang menangis di sana. “Karena mengalami beberapa kejadian aneh, ia tak dapat tidur dan beristirahat. Alhasil jelang hari H, Khusnul justru sakit,” kata Fadli. (www.mikirkritis.com)
